Teknik Ampuh Menghilangkan Burnout

Photo of author

By PERAMAL.ID

Hidup di era ini modern seperti sekarang ini, banyak dari kita mungkin disibukan dengan berbagai rutinitas. Dari banyaknya rutinitas, mungkin beberapa dari kita tidak sadar memiliki kebiasaan menunda. Keseringan menunda dan menyepelekan hal-hal yang menurut kita kecil, ketika terakumulasi, dapat membuat kita burnout dan stuck, bingung dengan apa yang akan kita selesaikan terlebih dahulu. Namun sebelum melangkah lebih jauh, apasih burnout? Bagaimana menghilangkan burnout?

Baca juga : Kenali ciri-ciri cewek selingkuh agar tidak dicurangi

menghilangkan burnout

Menghilangkan burnout

Apa Itu Burnout Menurut Psikologi?

Burnout adalah kondisi emosional, fisik, dan mental yang disebabkan oleh stres berkepanjangan atau ketegangan yang berlebihan dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.

Dari perspektif psikologi, burnout sering kali dianggap sebagai respon terhadap tuntutan yang terlalu besar, yang tidak dapat diatasi oleh individu. Kita mungkin mengalami perasaan kelelahan yang luar biasa, sinisme atau keterasingan dari pekerjaan, dan perasaan tidak efektif atau kurang berprestasi.

Ini bukan hanya masalah kelelahan fisik, tetapi juga mempengaruhi kesejahteraan mental dan emosional kita secara mendalam.

Dalam perspektif psikologi, burnout biasanya terjadi dalam tiga dimensi utama, diantaranya kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan prestasi pribadi.

Kelelahan emosional adalah perasaan kehabisan energi dan kekosongan emosional. Kita merasa seperti tidak memiliki lagi energi untuk menghadapi pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.

Depersonalisasi adalah sikap sinis dan terasing terhadap pekerjaan dan orang-orang di sekitar kita. Kita mungkin mulai merasa tidak peduli dengan hasil pekerjaan atau bahkan dengan rekan kerja.

Penurunan prestasi pribadi adalah perasaan tidak mampu dan kurangnya pencapaian dalam pekerjaan, yang membuat kita merasa tidak efektif dan tidak berharga.

Baca juga : Cara Membuatmu Tumbuh dan Membangun Kebebasan Finansial

penyebab burnout

Penyebab burnout dan pola pikir yang mendasarinya

Burnout dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beban kerja yang berlebihan, kurangnya dukungan sosial, ketidakjelasan peran, dan konflik nilai. Psikologi mengajarkan kita bahwa penting untuk mengenali tanda-tanda awal burnout agar dapat mengambil tindakan pencegahan, yang mana berikut ini adalah langkah-langkah untuk menghindari terjadinya burnout.

Menurut psikologi, penyebab burnout tidak hanya berasal dari tekanan eksternal seperti tuntutan pekerjaan yang tinggi, tetapi juga dari pola pikir kita sendiri. Pola pikir tertentu dapat mempercepat timbulnya burnout dengan menginternalisasi stres dan memperburuk respons kita terhadap tekanan.

Salah satu pola pikir yang sering kali menyebabkan burnout adalah “perfeksionisme.” Perfeksionisme adalah keinginan untuk melakukan segala sesuatu dengan sempurna dan tanpa cacat. Sementara mencapai standar tinggi bisa menjadi motivasi positif, perfeksionisme yang berlebihan dapat menjadi bumerang.

Kita mungkin cenderung bekerja lebih keras dan lebih lama untuk memenuhi standar yang tidak realistis, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan fisik dan mental. Perfeksionisme juga sering kali disertai dengan ketakutan akan kegagalan, yang dapat menyebabkan kecemasan kronis dan ketidakpuasan diri.

Baca juga : Menata hidup berdasarkan jawaban dari kartu tarot

Menghilangkan burnout

Pola pikir lain yang dapat berkontribusi pada burnout adalah “kurangnya kontrol.” Ketika kita merasa tidak memiliki kendali atas situasi kita, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan pribadi, kita lebih rentan terhadap stres. Merasa terjebak dalam situasi yang tidak dapat diubah atau dipengaruhi dapat menyebabkan rasa putus asa dan kehilangan motivasi.

Menurut psikologi, perasaan tidak berdaya ini dapat memicu respons stres yang lebih intens dan berkelanjutan, yang pada akhirnya menyebabkan burnout. Oleh karena itu, penting untuk mengembangkan rasa kendali dengan menetapkan batasan yang jelas dan mencari cara untuk mempengaruhi lingkungan kita secara positif.

Selain itu, “pola pikir negatif” atau pesimisme juga merupakan faktor signifikan yang menyebabkan burnout. Ketika kita cenderung melihat situasi dari sudut pandang negatif atau merasa pesimis tentang masa depan, kita lebih mungkin mengalami stres dan kelelahan.

Pikiran negatif yang berulang dapat memperburuk perasaan lelah dan tidak berdaya, serta mengurangi kemampuan kita untuk mengatasi tekanan. Mengubah pola pikir kita menjadi lebih positif dan realistis adalah langkah penting dalam mencegah burnout dan menjaga kesehatan mental kita.

Cara Menghilangkan Burnout yang Dapat Kita Lakukan Secara Mandiri

Misalnya, kita bisa mengelola stres dengan teknik relaksasi seperti meditasi atau yoga, mencari dukungan dari teman atau keluarga, dan menetapkan batasan yang sehat antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Intervensi ini dapat membantu kita mengatasi dan mencegah burnout sebelum menjadi lebih parah.

Menghadapi burnout membutuhkan pendekatan holistik yang mencakup perubahan dalam pola pikir dan perilaku kita. Dari perspektif psikologi, penting untuk menumbuhkan self-compassion atau belas kasih terhadap diri sendiri. Ini berarti kita perlu belajar untuk memberikan diri kita sendiri ruang dan waktu untuk beristirahat dan pulih.

Selain itu, penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang mendukung, di mana kita merasa dihargai dan memiliki kendali atas pekerjaan kita. Dengan memahami dan mengatasi burnout melalui lensa psikologi, kita dapat meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas kita dalam jangka panjang.

habits

Kebiasaan-Kebiasaan Kecil yang Membantu Menghindari Burnout

Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang disebabkan oleh tekanan berlebihan dan berkepanjangan. Menghindarinya membutuhkan upaya berkelanjutan dan perubahan kecil dalam rutinitas sehari-hari. Salah satu kebiasaan penting adalah menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat. Memberi diri kita waktu untuk beristirahat dan melepaskan diri dari pekerjaan memungkinkan otak dan tubuh untuk pulih, mengurangi risiko kelelahan yang ekstrem.

Olahraga secara teratur juga merupakan kebiasaan yang sangat bermanfaat. Aktivitas fisik tidak hanya meningkatkan kesehatan fisik kita tetapi juga melepaskan endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres. Mengintegrasikan olahraga dalam rutinitas harian, bahkan jika hanya berjalan kaki singkat, dapat membuat perbedaan besar dalam menjaga keseimbangan emosional dan fisik kita.

Membuat jadwal yang terorganisir adalah kebiasaan lain yang membantu menghindari burnout. Dengan mengatur tugas-tugas kita secara terstruktur, kita dapat menghindari perasaan kewalahan. Menggunakan alat perencanaan seperti aplikasi atau buku agenda dapat membantu kita menetapkan prioritas dan memastikan bahwa kita menyelesaikan tugas-tugas penting tanpa menunda-nunda.

Tidur yang cukup adalah elemen penting lainnya dalam menghindari burnout. Kurang tidur dapat memperburuk stres dan kelelahan, sehingga penting untuk menjaga pola tidur yang sehat. Menetapkan waktu tidur yang konsisten dan menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu kita mendapatkan istirahat yang cukup dan memperbaiki kondisi fisik dan mental kita.

Selain itu, mengembangkan kebiasaan mindfulness dapat sangat efektif. Teknik-teknik seperti meditasi atau pernapasan dalam dapat membantu kita tetap tenang dan fokus di tengah tekanan. Meluangkan waktu beberapa menit setiap hari untuk berlatih mindfulness dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mengelola stres dan menjaga keseimbangan emosional.

Menghilangkan burnout

Terakhir, jangan lupa untuk selalu mencari dukungan sosial. Berbicara dengan teman, keluarga, atau rekan kerja tentang perasaan kita dapat membantu meringankan beban emosional. Dukungan dari orang-orang terdekat kita memberikan perspektif yang lebih baik dan rasa bahwa kita tidak sendirian. Menjaga komunikasi yang baik dengan mereka adalah langkah penting dalam menghindari burnout dan menjaga kesejahteraan kita.

Author : Mahesri